ARTIKEL, Dakwah

Peristirahatan itu, Bernama Terminal Canda

Kami mengayuh kaki dari waktu ke waktu. Kami juga mempercepat langkah untuk mencapai target yang kami capai. Terkadang kami bahkan harus berlari untuk tuntutan dakwah yang tak mungkin diunda-tunda lagi. Tubuh kami pun mengeluarkan peluh, merasakan kepenatan dan keletihan. Barangkali, ada juga diantara kami yang bukan hanya meneteskan peluh keringat karena lelah, tapi tetesan air mata, bahkan barangkali darah, yang harus dikeluarkan untuk kepentingan tujuan dakwah yang kami perjuangkan dijalan ini.

Perjalanan ini adalah perjalanan yang melelahkan, dan karenanya sudah tentu menguras tenaga. Bukan hanya sebatas fisik, tapi pasti juga menguras energi jiwa dan pikiran kami. Tapi kelelahan kami dijalan ini adalah soal biasa yang sangat terkait dengan kemanusiaan kami yang memang mempunyai batas dan kadarnya sendiri

Maka, kamipun membutuhkan terminal-terminal peristirahatan dijalan ini. Tempat kami merasakan kegembiraan bersama, melepas ketegangan, dan meregangkan otot dan sendi-sendi. Bak peristirahatan seorang prajurit, menurut syaikh Jasmin Muhalhil Al Yasin. Prajurit yang membutuhkan rentang waktu tertentu untuk beristirahat dan selanjutnya kembali ke medan laga. Salah satu terminal peristirahatan yang bisa menggiatkan kami kembali untuk melanjutkan perjalanan adalah, terminal canda.

Dijalan ini, kami mempunyai ruang untuk tersenyum dan tertawa. Inilah salah satu bumbu kebersamaan yang kami butuhkan untuk menumbuhkan kembali semangat kami. Sebagaimana dahulu, Rasulullah saw pun memiliki ruang-ruang canda dan tertawanya sendiri dengan para sahabatnya. Hingga Imam As Suyuthi rahimahullah bahkan menyebutkan salah satu sifat Rasulullah saw dengan istilah “addhahuuk Al qattal” yakni orang yang sering tersenyum tapi kerap mampu berperang (Ar Riyadh Al Aniqah, 202). Artinya, Rasulullah saw adalah pribadi yang tetap bergembira, senang, ceria, meski sesungguhnya ujian yang ia hadapi bisa sangat menguras energi keceriaannya. Abdullah bin harits radhiallahu’anhu juga menyampaikan bahwa dirinya belum pernah mendapati seseorang yang sering tersenyum kecuali Rasulullah saw. (HR. Ahmad dan Turmudzi)

Keseriusan para sahabat dalam berdakwah dan berjihad, besarnya perhatian para salafushalih dalam memerangi kemungkaran dan menekuni ilmu, juga tidak menjadikan mereka bak orang yang tak mengenal senyum dan tertawa. Itu sebabnya, dalam riwayat yang menceritakan Ibnu Sirin, Asy Sya’bi mengatakan, “Ia adalah orang yang gemar bercanda dan tertawa sampai terlihat gigi-giginya.”

Meski demikian, catatan perjalanan Rasulullah dan para Nabiyullah, sahabat, salafushalih itu bukan berarti porsi canda dan gurauan menjadi dominan dalam kehidupan mereka. Mereka sekali lagi, adalah orang-orang yang mampu menempatkan sikap-sikap itu sesuai kebutuhannya. Karena itu Asy Sya’bi juga mengatakan, “Ibnu Sirin adalah orang yang banyak tertawa di siang hari, tapi banyak menangis di malam hari.” (Siyar A’lam Nubala, 14/24)

Menempuh perjalanan dakwah, meninggalkan pelajaran pada kami tentang kebutuhan jiwa untuk beristirahat dan tertawa, namun tetap pada porsi dan batasan etikanya. Pertemuan kami dengan sesama saudara dijalan ini, hampir selalui di warnai dengan senyum dan tertawa. Meskipun begitu, pembahasan yang memerlukan keseriuasan berfikir dan ketegasan berpendapat, tidak terganggu oleh dinamika canda dan tertawa kami. Kami merasakan, canda-canda yang berkembang diantara kami bisa member energi baru yang mencerahkan jiwa dan pikiran. Bahkan bisa juga berfungsi untuk menghilangkan kebekuan, mencairkan hubungan, mendekatkan kembali ikatan batin yang mungkin saja mulai ternoda oleh debu perjalanan. Senyum dan tertawa, memberikan kesejukan tersendiri dalam ruang kebersamaan kami dijalan ini.

Kami ingin senyum dan tawa kami dalam kebersamaan ini seperti yang dikatakan Ibnu Umar ra tentang sahabat Rasulullah saw, ketika ia ditanya, “Apakah para sahabat Rasulullah saw itu tertawa?” Ibnu Umar menjawab, “Ya, mereka tertawa, tapi keimanan dalam hati mereka laksana gunung yang kokoh.”. wallahua’lam

 

*Beginilah Jalan Dakwah Mengajarkan Kami

 

About Febriansyah

FEBRIANSYAH, CH, CHt, CNLP, NNLP Pract. adalah seorang Master, Profesional Trainer, Motivator, Provocator, Inspirator, Fasilitator, Creator, Instructor, Coach yang sangat berpengalaman dalam dunia Human Resources Development

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

KALENDER

Oktober 2011
S S R K J S M
« Mei   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

MY TWITTER

Masukkan alamat email Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui email. Syukron

Bergabunglah dengan 13 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: